Minggu, 25 Oktober 2015

Shalat Berjamaah Idul Adha Tak Seperti Idu lFitri



Bandung--Kamis, 24 September 2015 jam 07:33 WIB masyarakat sekitar Masjid Jami Baitut Taqwa telah melaksanakan shalat Ied.
Para jemaah masjid itu terdiri dari anak-anak, ibu-ibu, bapak-bapak, dan para pemuda pemudi. Yang menjadi konteks dalam kegiatan ini hanyalah Idul Adha yang menjadi sebuah peminatan saja sehingga jemaahnya pun sangat rentan dan sedikit sekali. Jauh pada kepadatan melainkan sangat lengang.
Salah satu tokoh remaja yang bermasyarakat disekitar masjid itupun memaparkan alasan ia tidak mengikuti kegiatan shalat Ied tersebut karena “ Ya inilah hanya Idul Adha, bukan Idul Fitri toh cuma yang ditunggu adalah qurban saja” ujar Rengga. Dengan asyiknya ia merokok di teras depan rumah bersamaan dengan waktunya shalat Ied.
Kegiatan shalat Ied tersebut selesai jam 09:00 dengan diakhiri oleh khutbah dan takbir. Bubar sudah jemaah masjid tersebut kemudian melanjutkan kepada kegiatan potong hewan qurban..

Detik-detikmenjelangshalatied:

Minggu, 17 Mei 2015

sekilas tentang ibu



IBU
 C

inta kasih yang amat dalam terhadap anakknya hanya engkau ibu. Semua pengorbanan, keringat,tutur bahasa mu hanya untuk mendidik kebenaran pada anakmu untuk menjadi sosok manusia yang berguna bagi orang lain, dan baik di hadapan Tuhan.
Engkau yang sabar menghadapi anak-anakmu, engkau yang berjuang untuk melahirkan buah cintamu, takkan kulupakan semua perjuanganmu bu, aku rindu akan hal itu, hal dari tingkah laku mu, dari cara mu berbicara, dari caramu merangkul, dari cara mu memberi semangat, dari cara mu memarahiku, dari caramu memberi kasayang semuanyaaaaaa aku rindu akan hal itu bu.
Canda tawa yang selalu kita tanamkan kini hanya tangis rindu meratap semua bayangan yang dulu pernah ada, tapi tenang bu, aku selalu sabar dan berdo’a kepada Tuhan semoga ini awal dari kebahagiaan kita kelak di tempat mu nanti yaitu Surga .
Akan kubuktikan semua apa yang ibu mau, aku menurutimu disini hanya untukmu, untuk kalian orangtua, keluarga,dan Engkau Tuhan ku yang maha penyayang lagi maha pemurah.
Akan ku kirimkan setiap doa ku dalam shalatku untuk mu, agar engkau tenang di alam sana, agar engkau bahagia di alam sana agar engkau tau bahwa disini anak-anakmu menyayangimu seperti engkau menyayangi anak-anakmu.
Tidak sedikitpun aku menyesali apa yang Tuhan ambil dari ku, tapi akan aku ambil hikmah dari semua ini. Karena dengan cara begini lah engkau bisa bahagia, dan merasakan sehat kembali di alam sana, Tuhan sayang sama ibu, Tuhan merangkul ibu kembali.
Selamat jalan bu takkan kulupakan semua jasa mu. Miss u so much MOM :-‘)